Transformasi Karier Menjadi Pengusaha Telur Asin (1)

Tidak jarang seseorang beralih dari satu pekerjaan/profesi ke usaha atau profesi lain untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Atau untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya.  Atau banyak alasan lainnya. Bekerja bukan semata-mata untuk mendapatkan upah agar mampu memenuhi keperluan fisiknya saja, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan akan eksistensi dan pengakuan atas dirinya. Misalnya untuk meraih karier yang lebih baik.  Seribu satu alasan yang bisa menjadi penyebab alih profesi tersebut

Beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain pada bidang yang sama, bagi sebagian orang bukan sesuatu yang mudah, karena perlu adaptasi atau penyesuaian terhadap lingkungan baru maupun pekerjaannya. Penyesuaian yang biasanya paling dirasakan sulit adalah perubahan sikap mental karena tuntutan situasi yang baru yang bisa jauh berbeda daripada lingkungan dan kebiasaan sebelumnya.





Banting Setir

Bagi saya pribadi mengalihkan karier menjadi pengusaha telor asin dari profesi yang selama ini dijalankan. sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiran apalagi menjadi cita-cita. Jalur yang sangat jauh berbeda dengan latarbelakang pendidikan formal dibidang Psikologi yang saya miliki. Sangat jauh dan tidak ada hubungan langsung sama sekali. Dua dunia yang berbeda. Banting setir adalah istilah yang bisa menggambarkan perubahan arah yang jauh berbeda.

Pertanyaan yang umum dilontarkan adalah mengapa harus beralih profesi ? Apakah tidak sayang dengan ilmu yang dimiliki ? Bagaimana awal mulanya sehingga mau menjadi pengusaha telor asin ?  Pertanyaan yang wajar dilontarkan karena saya sama sekali tidak memiliki latar belakang sebagai pedagang apalagi pengusaha.















Istilah Pengusaha Agar memotivasi

Pengusaha telor asin ? Sebetulnya istilah pengusaha biasanya disematkan kepada orang yang berusaha dalam skala besar, dengan modal yang kuat.  Jadi sebetulnya istilah pengusaha telor asin pada saat saya mengawalinya agak kurang pas, karena saya hanyalah penjual telor asin skala kecil saja.  Istilah pengusaha saya gunakan agar mendapatkan aura yang lebih positif dan lebih memotivasi diri sendiri agar suatu saat benar-benar mewujud menjadi pengusaha telor asin dengan skala besar.

















Mengapa Alih Profesi ?

Kadangkala bahkan seringkali dalam kehidupan, kita dihadapkan pada banyak pilihan yang sengaja kita pilih atau pilihan yang tidak sengaja terpilih.  Atau bahkan tidak ada pilihan sama sekali.  Menjadi pengusaha telor asin tidak termasuk pilihan yang disengaja.  Akan tetapi ia muncul dalam kehidupan untuk dipilih. Mungkin ini yang disebut sebagai takdir. Perjalanan hidup lah yang membawa karier saya berubah arah yang sangat bertolak belakang dengan cita-cita saya sejak duduk di bangku sekolah menegah atas pada tahun 1977.












Bertemu Dengan Pak Yadi Orang Brebes Asli

Minat saya di bidang sales dan marketing cukup besar.  Tumbuh semenjak saya mengikuti salah satu perusahaan berbasis Multi Level Marketing di awal tahun 1990 an. Salah satu ciri "pengikut" MLM, adalah semangat yang tinggi untuk menjual dan memasarkan produk apa pun kepada siapa pun.  Meski sudah sangat lama saya tidak berkecimpung di bisnis MLM, semangatnya masih tersisa.  Nah semangat ini lah yang membuat naluri untuk menjual apa pun sering muncul. 

Memang sudah takdirnya saya bertetangga dengan Pak Yadi, yang berasal dari Brebes.  daerah di Jawa Tengah yang sangat dikenal sabagai penghasil bawang merah dan telor asin. Kebetulan rumahnya lebih dekat ke arah jalan besar di sekitar Buah Batu. Rumah Pak Yadi selalu saya lewati jika akan keluar untuk melakukan berbagai aktivitas. 

Sebagai orang Brebes yang merantau ke Bandung, Pak Yadi mempunyai dua lapak untuk menjajakan telor asin yang menjadi salah satu mata pencahariannya. Satu di jalan Burangrang, satu lagi di jalan Lodaya. Yang terakhir ini tidak lama keberadaannya. Pak Yadi lebih fokus di jalan Burangrang.  Di depan pagar rumah kontrakan Pak Yadi, terpampang spanduk promosi atau sekedar identitas bahwa di rumah tersebut menjual telor asin Asli Brebes. 

Tidak ada yang istimewa dari spanduk tersebut. Sekira satu tahun saya mondar mandir di depan rumahnya, belum pernah mencoba  atau membeli telor asin.  Hingga satu saat menjelang bulan Ramadhan, terlintas untuk mencari peluang turut memasarkan telor asinnya Pak Yadi.  Sempat ngobrol ngalor ngidul dengan beliau, hingga akhirnya saya bertanya apakah boleh menjualkan telor asinnya ? Nyatanya tawaran saya bersambut baik.   Pak Yadi memberikan saya harga istimewa.  Harga reseller.


(Nantikan lanjutan di bagian ke 2)







Komentar

  1. Mantap bosku... maju terus telur asin super

    BalasHapus
  2. Mantap, semoga terus berkembang semangatnya...maju terus kang.

    BalasHapus
  3. Luar biasa, tentu tidak ada yang salah pindah profesi ke penjual telur asin. Ilmu psikologi masih bisa diterapkan bahkan dapat menjadi aselerator sob. Psikologi konsumen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih
      Alhamdulillah masukan yang bagus, dan terima kasih pendapatnya Mas Agspram - Ajie

      Hapus
  4. Semoga usaha yang dipilih ini membawa berkah, sukses dan kebahagian.

    BalasHapus

Posting Komentar